Sabtu, 28 April 2018

Ketahuilah jerawat bisa jadi tanda awal diabetes


Jerawat merupakan reaksi tubuh akibat pori-pori kulit yang tidak bersih dan tersumbat. Tapi, Anda harus waspada ketika jerawat itu tak kunjung hilang.

Menurut hasil penelitian yang diterbitkan JAMA Dermatology, jerawat pada orang dewasa muda bisa menjadi tanda awal intoleransi insulin, yakni kondisi pradiabetes.

Penelitian cross-sectional pada pria berusia 20 hingga 32 menemukan, pria dewasa lebih cenderung memiliki resistensi insulin dan kadar glukosa plasma puasa lebih tinggi daripada pria yang tidak memiliki masalah jerawat. Sel-sel dalam tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efisien untuk menyerap dan mengubah glukosa menjadi energi.

Dr Shardha Laxmi, dokter kulit senior menjelaskan, dalam kasus jerawat yang tak menunjukkan perubahan meski sudah diobati dicurigai karena masalah sensitivitas insulin.

1. Jerawat masalah serius
Manajemen gaya hidup bisa menjadi cara mengendalikan jerawat bagi pria dan wanita. Selain itu, meningkatkan aktivitas fisik, mengendalikan berat badan atau obesitas di perut, diet serat tinggi dengan rendah gula serta makanan olahan bisa menunjukkan perubahan.

Karena itu selain dari obat-obatan, modifikasi gaya hidup perlu dilakukan.

Studi ini juga menemukan tekanan darah lebih tinggi di antara responden yang berjerawat. Para pria juga memiliki kadar kolesterol dan trigliserida yang lebih tinggi yang mengindikasikan terjadinya penyakit gaya hidup.

"Dalam kasus jerawat, kami menemukan makanan yang digoreng, makanan olahan dan junk food berperan besar. Mengurangi makanan ini sangat membantu dalam mengendalikan masalah jerawat," kata Ahli Gizi Dr Madhursee seperti dilansir deccanchronicle.

2. Jenis jerawat yang harus Anda tahu
Hampir semua orang pernah bermasalah dengan jerawat. Sebelum diobati, sebaiknya kenali dulu jerawat yang ada pada wajah Anda sehingga tak salah dalam penanganannya. Berikut ini beberapa jenis jerawat, dilansir laman Aad.

1. Komedo dan whiteheads

Minyak, sel kulit mati, dan bakteri memblokir pori-pori menyebabkan benjolan kecil yang disebut komedo atau whiteheads. Jika pori-pori tersumbat tapi tetap terbuka akan terlihat bintik hitam yang disebut komedo.

Jika pori tersumbat dan menutup, bagian atas akan terlihat benjolan tampak lebih putih, itu disebut whitehead, yaitu benjolan kecil berwarna putih yang terjadi ketika folikel terpasang dengan sebum dan sel-sel kulit mati.

Komedo dan whitehead cukup mudah diobati. Anda mungkin dapat menggunakan produk yang dijual di toko. Karena jenis jerawat ini tidak begitu buruk.

2. Papula dan pustula

Kadang pori-pori mengalami iritasi yang menyebabkan jerawat lebih besar disebut papula dan pustula. Jenis papula begitu keras saat disentuh. Mereka saling berdekatan sehingga membuat kulit seperti amplas.

Pustula seperti papula namun warnanya kekuningan, serta ada nanah cair. Memiliki pustula wajah seperti melepuh.

Kedua jenis ini sedikit lebih sulit untuk diobati. Obat yang dibeli mungkin bekerja, tapi Anda harus mengunjungi dokter kulit (dermatolog) yang dapat memberikan perawatan.

3. Nodul dan kista

Ketika pori-pori diblokir akan terjadi iritasi berlebih sehingga jerawat akan semakin besar. Mereka masuk lebih dalam ke kulit, dan benar-benar menyakitkan.

Kista memiliki nanah dan lebih lembut. Untuk itu sebaiknya segera berobat ke dokter agar bisa menjalani perawatan sehingga Anda tidak menderita lebih lama karena jerawat tersebut.

Setelah jerawat pergi, mereka mungkin meninggalkan tanda merah atau gelap pada kulit. Tanda-tanda itu akan memudar tapi butuh waktu beberapa hari, minggu atau bulan.

Kadang-kadang Anda dapat luka permanen dari jerawat. Bekas luka tersebut bisa berupa benjolan atau bolong di kulit wajah. Konsultasikan dengan dokter kulit yang dapat membantu memudarkan bekas luka.

0 komentar:

Posting Komentar