Senin, 13 Januari 2020

Tips Melakukan Diet yang Baik dan Benar

    
Memiliki badan yang ideal merupakan impian bagi kebanyakan orang. Badan ideal membuat orang menjadi lebih percaya diri juga dapat bebas aktif bergerak. Berbagai macam usaha dilakukan untuk memperoleh bentuk badan yang ideal. Seperti melakukan diet hingga perawatan Coolsculpting Jakarta pun dilakukan. 

Bagi Anda yang tinggal di Jakarta, melakukan perawatan rasanya tidak sulit. Hal ini dikarenakan banyak klinik kecantikan di Jakarta yang menyediakan berbagai macam perawatan wajah serta badan, dan tentunya teruji kualitasnya. Salah satu klinik yang menyediakan perawatan tersebut adalah Blink Beauty Clinic. Di Blink Beauty Clinic juga memberikan perawatan untuk kulit wajah seperti UItherapy Jakarta yang dapat meningkatkan penampilan Anda.

Nah, kembali ke topik mengenai memiliki badan ideal. Kebanyakan orang terkadang karena ingin cepat-cepat memperoleh badan yang ideal melakukan diet ketat hingga tak jarang malah menjadi penyakit. Perlu Anda ketahui, jika diet ini perlu dilakukan dengan baik dan benar agar tidak menimbulkan penyakit. Berikut merupakan tips bagi Anda yang sedang menjalani proses menuju badan ideal agar diet Anda berhasil dan tidak membuat Anda sakit.

1. Jangan Lupakan Sarapan

Sarapan merupakan komponen penting yang tidak boleh Anda lupakan. Disamping untuk mensuplai kebutuhan tubuh untuk mengawali aktifitas di hari itu, juga dapat mencegah Anda dari keinginan untuk ngemil. Jika Anda sedang menjalani diet, tetaplah melakukan sarapan pagi, namun menu sarapannya yang perlu Anda ganti. Jika semula Anda sarapan dengan nasi padang, kini coba ganti dengan sayuran dan buah. Tingginya nutrisi dan serat pada sayuran serta buah mampu melancarkan buang air besar (BAB).

2. Penuhi Nutrisi dalam Tubuh

Nutrisi yang sangat bermanfaat untuk melancarkan usaha diet Anda adalah Vitamin C, antioksidan, serta mineral potasium. Kedua nutrisi ini penting karena mereka mampu menghancurkan lemak-lemak dalam tubuh yang menyebabkan selulit di perut. Disamping itu juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

3. Konsumsi Air Putih

Air yang satu ini memiliki banyak manfaat bagi tubuh Anda. Alangkah baiknya, untuk mendukung diet Anda, usahakan konsumsi air putih sebanyak dua liter tiap harinya. Mengkonsumsi air dapat membantu sistem pencernaan dalam mengolah makanan, serta meningkatkan sistem metabolisme dalam tubuh. Disamping itu, dengan banyak mengkonsumsi air Anda dapat terhindar hari rasa lapar dan keinginan untuk ngemil. 

4. Konsumsi Makanan Rebusan / Dikukus

Orang yang sedang menjalani diet dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang direbus daripada digoreng. Hal ini dikarenakan, makanan yang digoreng akan mengandung minyak dan kalori yang jauh lebih tinggi. Disamping itu, makanan yang direbus atau dikukus apabila dikukus dengan waktu yang pas, akan memiliki nutrisi yang masih lengkap. 

5. Berolahraga

Tanpa olahraga, tubuh tidak akan memiliki kesempatan untuk membakar kalori yang tersisa di dalam tubuh. Bagi Anda yang sedang menjalankan program diet, disarankan untuk melakukan olahraga setidaknya dua hingga tiga jam tiap minggunya. Anda bisa membaginya menjadi lima belas menit tiap harinya. 

Walaupun olahraga hanya lima belas menit, namun apabila dilakukan dengan teratur dan sungguh-sungguh akan memberikan hasil yang memuaskan pula. Anda dapat memulai berolahraga dengan berjalan kaki ataupun workout di rumah.

Itulah beberapa tips yang dapat Anda gunakan untuk membuat program diet Anda berjalan dengan baik dan benar. Dengan pola diet yang benar, disamping memperoleh badan yang ideal, Anda juga dapat memperoleh badan yang sehat dan segar. Diet ini dapat membuat perawatan yang Anda jalani seperti Coolsculpting Jakarta membuahkan hasil yang maksimal.

Minggu, 27 Oktober 2019

Wow, Lima Negara Ikut Meriahkan TIFF 2019


Mengangkat tema 'The Greatest Love of All', Tomohon Internasional Flower Festival (TIFF) 2019 akan diramaikan 30 kendaraan hias yang seluruhnya merupakan rangkaian bunga. Dari 30 kendaraan tersebut, 5 di antaranya adalah peserta mancanegara.

Kepada Dinas Pariwisata Tomohon, Masna Pioh mengatakan, TIFF 2019 akan berlangsung tanggal 8 Agustus mendatang. Sejauh ini, setidaknya ada 5 negara yang sudah memastikan hadir dan menjadi peserta.

"Mereka adalah Amerika, Nepal, Korea, Ukraina, dan (kalau tidak salah) China," ujarnya.

Selebihnya, akan diramaikan oleh peserta lokal. Antara lain dari kementerian, kabupaten/ kota lingkup Sulawesi Utara, BUMN, dan perusahaan-perusahaan swasta yang ada di Tomohon. Masing-masing peserta akan menghadirkan 1 kendaraan yang akan turut berparade.

Untuk kebutuhan bunga, semua disuplay oleh petani lokal yang sudah menanamnya sejak bulan April lalu. Sesuai maskot Tomohon, mayoritas bunga yang disiapkan adalah jenis krisan dengan aneka warna. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan bakal ada bunga-bunga lain yang ditampilkan.

"TIFF memang memberikan ekonomi value pada setiap gelarannya. Bisa dibayangkan, karena masing-masing kendaraan peserta membutuhkan ribuan tangkai bunga," bebernya.

Menurut Masna Pioh, untuk float kecil butuh setidaknya 5.000 tangkai. Sedangkan float besar minimal butuh 8.000 tangkai. Di mana, untuk bunga krisan sendiri dihargai Rp3.500/ tangkai. Sehingga, diperkirakan ada transaksi sekitar Rp15 miliar setiap kali gelaran TIFF berlangsung.

Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar M. Ricky Fauziyani menambahkan, TIFF selalu mengusung konsep berbeda setiap tahun. Perbedaan itu terlihat pada open ceremony atau pembukaannya. Jika tahun sebelumnya menggambarkan negara-negara peserta, tahun ini fokus dengan konten lokal yang dikemas dengan rasa internasional.

"Nanti akan ditampilkan Tari Ma' Zani, Tari Kabasaran, dan persembahan lain yang didukung sekitar 2.000 talent. Talent-nya sendiri berasal dari kalangan pengajar atau guru, masyarakat umum, dan juga para pelajar. Kita optimis TIFF 2019 akan sangat meriah," ungkapnya.

Sementara Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event 2019 Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty menyatakan, TIFF adalah event luar biasa yang ditunggu banyak orang. Ia yakin, dampaknya besar sekali bagi masyarakat sekitar. Bukan hanya pengusaha hotel dan restoran yang diuntungkan, tetapi juga penyewa kendaraan hingga para petani bunga.

"TIFF menjadi karnaval bunga terbesar di Indonesia. Bahkan, gaungnya bersaing dengan event serupa di Pasadena, Amerika. Saya berharap tahun ini ada kejutan-kejutan yang bakal ditampilkan, sehingga acara lebih wah," tuturnya.

Demikian juga tanggapan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Ia berharap ada yang spesial dari tahun sebelumnya, sehingga penonton pun merasa terkesan. "Saya percaya, TIFF 2019 akan menjadi event luar biasa di Tomohon. Imbasnya, tentu akan mendongkrak kunjungan wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara," tandasnya.

Kamis, 24 Oktober 2019

16 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan dan Kecantikan


Selama ini daun kelor lebih dikenal sebagai sayuran pelancar ASI bagi ibu-ibu yang sedang menyusui. Namun Moringa oleifera alias kelor tengah menjadi primadona di dunia kesehatan dan kecantikan.

Daun kelor memiliki sejumlah kandungan antioksidan yang berguna untuk melindungi tubuh dari berbagai efek negatif. Selain itu nutrisi yang dimilikinya juga menjadikan tanaman ini sangat bermanfaat untuk perawatan kecantikan.

Apa saja manfaat daun kelor untuk kesehatan dan kecantikan? Berikut ini kami tampilkan selengkapnya.

Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan

Berikut ini kami tampilkan beberapa manfaat daun kelor untuk kesehatan tubuh, yaitu:
1. Meringankan nyeri haid
2. Mencegah penyakit kuning
4. Mengatasi diabetes
5. Mengatasi penyakit kulit
6. Menjaga kesehatan ginjal
7. Menjaga kesehatan jantung
8. Mencegah kanker
9. Mencukupi kebutuhan gizi
10. Menurunkan tekanan darah

1. Meringankan Nyeri Haid

Biasa alami nyeri hebat saat haid? Coba konsumsi jus daun kelor segar. Menurut penelitian yang dilansir Boldsky, daun kelor mengandung bahan alami yang bermanfaat untuk meredakan nyeri serta inflamasi saat menstruasi.

2. Mencegah Penyakit Kuning

Penyakit kuning bisa dicegah dengan konsumsi daun kelor secara teratur. Konsumsi daun ini akan menjadikan tubuh lebih kebal terhadap virus yang menyebabkan penyakit tersebut.

3. Mengatasi Diabetes

Kadar gula yang tidak seimbang pada penderita diabetes bisa diatasi dengan mengonsumsi daun kelor. Asam klorogenik yang terkandung di dalam daun kelor sangat baik untuk menjadikan gula darah stabil. Konsumsi setidaknya 150 mg ekstrak daun kelor secara rutin untuk mengatasi penyakit diabetes.

4. Mengatasi Penyakit Kulit

Kandungan antiseptik yang dimiliki daun kelor menjadikannya ampuh untuk membunuh bakteri. Bila kamu memiliki masalah masalah kulit seperti alergi, gatal-gatal, atau herpes, kamu bisa menggunakan masker atau kompres daun kelor untuk meringankan sensasi gatal dan pedihnya.

5. Menjaga Kesehatan Ginjal

Salah satu manfaat dari daun kelor yang tak bisa diabaikan adalah membantu menjaga kesehatan ginjal. Beragam penyakit yang menyerang ginjal bisa dicegah dengan daun kelor.

6. Menjaga Kesehatan Jantung

Daun kelor bermanfaat dalam menjaga kesehatan jantung, terutama dalam menangkal kolesterol jahat dan inflamasi yang bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada jantung.

7. Mencegah Kanker

Kanker bisa disebabkan karena inflamasi akut. Menurut artikel yang dilansir Healthline, penelitian membuktikan bahwa kandungan isotiosianat di dalam daun kelor akan membantu mengatasi dan mencegah inflamasi.

8. Mencukupi Kebutuhan Gizi

Secangkir daun kelor mengandung protein, vitamin B6, vitamin C, zat besi, vitamin A, dan magnesium. Jika dikonsumsi sebagai sayuran, makanan ini cukup untuk menambah asupan nutrisi vitamin dan mineral yang diperlukan tubuh.

9. Menurunkan Tekanan Darah

Moringa oleifera alias kelor mengandung quercetin, antioksidan kuat yang bisa membantu menormalkan tekanan darah.

Demikian aneka manfaat daun kelor untuk kesehatan tubuh.

Manfaat Daun Kelor untuk Kecantikan

Selanjutnya kita akan membahas manfaat daun kelor untuk kecantikan, yaitu:

1. Mencegah penuaan dini
2. Mengatasi bibir kering
3. Mencerahkan kulit
4. Mengatasi jerawat
5. Detoksifikasi
6. Meringkas pori-pori

1. Mencegah Penuaan Dini

Kandungan vitamin A, vitamin C, dan vitamin E yang dimiliki daun kelor bisa dimanfaatkan untuk menjaga kulit agar senantiasa awet muda. Daun kelor bisa digunakan sebagai bahan campuran masker atau kompres.

Dilansir Food.NDTV, minyak kelor dan daun kelor bisa digunakan untuk masker wajah karena bisa mencegah kerutan di wajah serta melawan kerusakan kulit karena radikal bebas. Daun kelor bisa mengencangkan kulit dan membuat wajah awet muda.

2. Melembapkan Bibir

Sering punya masalah kulit bibir kering dan pecah-pecah? Gunakan daun kelor segar yang sudah ditumbuk sebagai scrub. Gosok-gosok lembut pada bibir, kemudian diamkan selama 5 menit.

3. Mencerahkan Kulit

Kandungan vitamin C dan vitamin E yang dimiliki daun kelor juga bisa membantu mencerahkan kulit wajah yang kusam. Gunakan daun kelor tumbuk sebagai masker. Masker ini akan membantu mencerahkan dan memudarkan bekas jerawat.

4. Mengatasi Jerawat

Jerawat yang meradang bisa diatasi dengan sifat antiinflamasi yang dimiliki oleh daun kelor. Gunakan masker kelor untuk mendinginkan kulit yang mengalami jerawat meradang.

5. Detoksifikasi

Rajin makan sayur daun kelor bisa membantu membersihkan racun di dalam tubuh. Efek detoksifikasi yang dimiliki daun kelor bisa mencegah munculnya jerawat dan masalah kulit lainnya.

6. Meringkas Pori-Pori

Oleskan masker daun kelor untuk meringkas pori-pori. Pakai masker ini secara teratur dan pori-pori akan terhindar dari penumpukan kotoran, sebum, dan komedo.

Demikian aneka manfaat daun kelor untuk kesehatan dan kecantikan. Konsumsi daun kelor sebagai sayuran secara teratur atau gunakan sebagai bahan campuran masker dan kompres untuk mendapatkan khasiatnya.

Selasa, 22 Oktober 2019

Kemenpar Kenalkan Wisata Budaya dan Sejarah ke Media Jerman Lewat Famtrip


Kementerian Pariwisata memang top. Selalu memiliki cara untuk mengangkat pariwisata Indonesia. Kali ini, Kemenpar mem-push wisata budaya dan sejarah ke pasar Jerman. Caranya, mengajak media asal Jerman mengikuti familiarization trip, alias famtrip.

Famtrip media Jerman dilangsungkan 19-23 Juli 2019. Para peserta diajak melihat langsung kekayaan wisata dan sejarah yang dimiliki Jakarta dan Yogyakarta.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya, ada alasan mengapa famtrip mengangkat potensi wisata sejarah dan budaya.

"Indonesia tidak bisa dipisahkan dari budaya. Dua hal ini sudah seperti dua sisi mata uang. Sangat susah dipisahkan. Mengapa? Karena Keragaman budaya menjadi citra kuat Indonesia di mata dunia. Dan kekayaan ini jelas tak lepas dari perkembangan sejarah. Sejarah yang dilalui bangsa Indonesia sejak zaman pra sejarah hingga era modern," papar Nia.

Ditambahkan Nia, dampak dari sejarah panjang itu membuat Indonesia memiliki banyak peninggalan budaya. Baik tangible maupun intangible.

"Peninggalan ini kemudian kita coba dimanfaatkan. Kita jadikan sebagai daya tarik wisata. Harapannya, mampu mendatangkan wisatawan. Baik wisatawan dalam maupun luar negeri," sambungnya.

Sementara Asdep Pengembangan Pemasaran II Regional IV Kemenpar Agustini Rahayu, mengatakan famtrip yang digelar ini merupakan strategi untuk mengangkat destinasi Indonesia melalui persepsi media.

"Famtrip ini menjadi strategi kita untuk mempromosikan daya tarik wisata budaya dan sejarah. Sekaligus, sebagai penguatan Branding Wonderful Indonesia di Pasar Jerman," tuturnya.

Ditambahkannya, famtrip juga diharapkan bisa membantu memenuhi pencapaian target kunjungan wisatawan asal Jerman. Sebesar 320.800 wisman pada tahun 2019. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2018 target kunjungan wisman Jerman sebesar 304.000 orang.

Famtrip bertema Experiencing Cultural Wonders kali ini diikuti 5 pembuat opini. Terdiri dari empat koran harian dan satu majalah fotografi. Kelima media tersebut dipasarkan di area Jerman Selatan. Seperti Munchen, Frankfurt, Stuttgart, Mainz, Ausburg, dan Nuremberg yang notabene kota-kota di Jerman dengan tingkat pengasilan penduduknya yang tinggi. Total sebaran produksi dari kelima media tersebut mencapai 830.000 eksemplar dengan total perkiraan sebaran 2.3 juta pembaca.

"Destinasi pertama yang kami pamerkan adalah Yogyakarta. Para peserta diajak ke Sanggar Seni dan Budaya Sekar Kinanti Sari. Tempat ini menyuguhkan nuansa tradisional Jawa klasik. Tak lupa diajak mencoba makanan khas Jogja, Gudeg, Sayur Lodeh, Telur Bulat, dan Bacem Tahu Tempe untuk melengkapi liputannya untuk khalayak Jerman Selatan," terang wanita yang akrab disapa Ayu itu.

Sembari menikmati sajian kuliner tradisional, peserta disuguhi tarian Golek Menak Kenyo Tinembe. Setelah pertunjukan selesai, peserta famtrip diajak untuk kostum tradisional dan kemudian melakukan sesi foto dengan latar belakang rumah tradisional Jawa.

Di hari kedua, peserta famtrip melakukan city tour di situs-situs Mataram Islam. Seperti Keraton Yogyakarta, Taman Sari, Jeron Benteng, dan Alun-Alun Kidul. Sebagai pusat kebudayaan Yogyakarta, Keraton memiliki unsur wisata budaya dan sejarah yang sangat kental. Mulai dari budaya intangible seperti sejarah kerajaan, proses penurunan kekuasaan, sistem pemerintahan. Maupun kebudayaan tangible; seperti baju adat, hadiah hadiah kerajaan asing, peralatan kerajaan, dan koleksi hewan keratin.

"Sedangkan untuk destinasi wisata Taman Sari, peserta diajak untuk menikmati keindahan arsitektur pemandian para putri Sultan. Cerita tentang pemilihan selir oleh Sultan menjadi point of attraction di destinasi satu ini. Keseluruhan city tour ini dilakukan dengan menggunakan becak," ujar Agustini Rahayu lagi.

Peserta famtrip juga diajak mengenal kejayaan Indonesia di masa Hindu Buddha. Destinasi yang dipilih adalah Temple Tour. Terdiri dari Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko. Tujuan lain dari destinasi ini adalah memamerkan toleransi bangsa Indonesia.

Destinasi ke empat dalam perjalanan wisata pengenalan ini merupakan kombinasi wisata alam dan sejarah. Peserta diajak untuk menikmati panorama lembah Gunung Merapi menggunakan Jeep. Ditambah beberapa stop point yang menggambarkan efek letusan Gunung Merapi pada tahun 2010. Seperti Museum Sisa Hartaku dan Batu Alien. Destinasi ini juga mengajak peserta famtrip untuk mengenal pola hidup masyarakat lereng Gunung Merapi melalui aktivitas pertambangan pasir dan industri kopi lokal.

Sebagai ultimate destination, peserta diajak ke Candi Borobudur. Candi ini adalah destinasi super prioritas. Selain itu, estetika Candi Borobudur mampu merepresentasikan kejayaan sejarah bangsa Indonesia di era Hindu Buddha. Peserta famtrip diajak untuk menelisik tingkat kecerdasan bangsa Indonesia melalui arsitektur bangunan Candi Borobudur dan semua nilai yang terkandung di dalam setiap pahatan relief.

Dari Yogyakarta, mereka melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Ibukota negara dianggap mampu menjadi representasi sejarah Indonesia pada masa kolonialisme dan awal kemerdekaan.

"Sebagai destinasi wisata pertama di Jakarta, Monumen Nasional dipilih sebagai wajah Ibu Kota. Selain statusnya sebagai landmark Jakarta, Monas dirasa mampu menjadi destinasi yang cocok dengan tema famtrip, wisata budaya dan sejarah. Monumen Nasional memiliki deretan diorama yang menggambarkan perjalanan sejarah Bangsa Indonesia dari masa prasejarah," ulasnya.

Di destinasi ini, peserta juga diajak untuk melihat panorama kota Jakarta yang menyuguhkan kesan metropolis. Seluruh rangkaian perjalanan wisata pengenalan tersebut ditutup dengan mengunjungi Kawasan Kota Tua Jakarta dan Museum Fatahillah yang sarat dengan wisata sejarah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memberikan acungan jempol terhadap suksesnya pelaksanaan famtrip. Ia berharap kegiatan ini juga berimpact positif terhadap kunjungan wisman asal Jerman.

"Jika selama ini Indonesia dikenal melalui Bali, famtrip kali ini membuat wisatawan mancanegara juga mengetahui jika Indonesia memiliki Yogyakarta dan Jakarta. Kota yang sangat kental dengan sejarah dan budaya. Kita harapkan media yang mengikuti famtrip menyampaikan informasi mengenai kekayaan itu. Dan membuat wisatawan Jerman yang berkunjung ke Indonesia semakin meningkat," paparnya. 

Jumat, 18 Oktober 2019

Meriah, 11 Negara dari 4 Benua Bergabung di Jogja International Kite Festival 2019


Kemeriahan ditebar Jogja International Kite Festival 2019. Beragam keunikan bentuk dan warna-warni layang-layang mampu menghipnotis wisatawan. Festival ke-7 tersebut mampu menarik 10 negara sebagai peserta. Mereka datang dari Benua Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika.

Jogja International Kite Festival 2019 digelar 27-28 Juli. Lokasinya eksotis, di Pantai Parangkusumo, Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penyelenggaraan ini adalah hasil sinergi Kemenpar, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, dan Lanud Adisucipto. Juga Lanal Yogyakarta, ART Kite Bandung, hingga Greenline Organizer.

"Antusiasme peserta dan wisatawan sepanjang event ini sangat luar biasa. Para wisatawan khususnya, terlihat menikmati keunikan layang-layang ditampilkan. Bentuk layang-layang memang sangat beragam. Mulai dari konsep 2 dimensi hingga 3 dimensi. Warna-warninya juga menarik," ungkap Ketua Panitia Festival Layang-Layang 2019 Rinardi Dewantoro.

Pantai Parangkusumo memang dipadati wisatawan saat event berlangsung. Mereka antusias menyambut berbagai aksi yang ditampilkan peserta event. Apalagi, festival menampilkan peserta dari 10 negara di dunia. Seperti Singapura, Malaysia, Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, India, Vietnam, hingga Thailand. Serta Polandia, Maroko, serta Amerika Serikat.

"Jogja International Kite Festival 2019 memang unik dan menarik. Wisatawan bisa menikmati layang-layang dari berbagai negara. Apalagi, setiap negara menampilkan bentuk layang-layangnya yang khas. Kehadiran layang-layang tersebut pun membuat Pantai Parangkusumo semakin eksotis," terang Asdep Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

Jogja International Kite Festival 2019 diikuti lebih dari 50 klub pekarya dan pelayang dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berkumpul dan ikut menyajikan karya terbaiknya.

"Experience wisatawan semakin lengkap dengan peserta domestik. Sebab, layang-layang nusantara juga sangat indah dan unik. Ada banyak experience yang didapat wisatawan," jelas Adella.

Mengangkat tema Love In The Sky, Peace On Earth, Jogja International Kite Festival 2019 menampilkan 5 kategori. Ada kategori Lomba Layangan Tradisional, Layangan 2 Dimensi, dan Layangan 3 Dimensi. Dilombakan juga Layangan Tren Naga dan Rokaku Challenge. Menampilkan semua jenis layang-layang, beragam juara juga sudah ditetapkan menurut kategori perlombaan.

"Festival ini makin meriah dengan perlombaan yang ditampilkan. Kategorinya banyak dan menantang. Apalagi, karakter angin di Pantai Parangkusumo sangat khas. Kami ucapkan selamat kepada para juara. Bagaimanapun, mereka sudah menampilkan karya terbaiknya," kata Adella lagi.

Untuk juara umum, berhak atas Piala Raja dari Sri Sultan HB X. Piala tersebut diberikan secara bergilir setiap tahunnya. Simbol supremasi tertinggi bagi para pekarya layang-layang nasional.

Kepala Bidang Pemasaran Area I Jawa Kemenpar Wawan Gunawan memaparkan, agenda padat dimiliki Jogja International Kite Festival 2019.

"Trofi juara diharapkan memotivasi pekarya layang-layang nasional untuk menghasilkan karya terbaik. Bagaimanapun, layang-layang salah satu kekayaan yang dimiliki nusantara. Kami gembira melihat respon publik yang besar. penyelenggaraan festival juga menarik dengan banyak konten," papar Wawan.

Rangkaian event diawali dengan aktivitas bersih-bersih pantai pada Kamis (25/7). Aktivitas ini diikuti oleh peserta dari LANAL Yogyakarta, perangkat desa, Orsos dari Tagana, Saka Bahari, Saka Pariwisata, Saka Dirgantara, FKPPI, dan karang taruna. Membagikan inspirasinya, digelar juga workshop bagi anak-anak terkait layang-layang. Meterinya, sejarah, cara membuat, dan menerbangkan layang-layang.

"Jogja International Kite Festival 2019 sangat mengispirasi. Sebab, event ini melestarikan sekaligus ikut melestarikan layang-layang. Bukan hanya layang-layang nusantara, tapi juga dunia. Dengan daya tarik yang dimilikinya, kami optimistis festival ini terus berkembang. Jumlah peserta mancanegaranya akan bertambah tahun depan," tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.