Kamis, 29 November 2018

6 Metode Pendidikan Karakter Anak Usia Dini yang Kreatif


Pendidikan karakter anak adalah hal krusial yang mesti dipersiapkan oleh setiap orang tua demi masa depan si kecil. Bukan tanpa alasan karena karakter dari si kecil inilah yang nantinya akan sangat berpengaruh terhadap kepribadian mereka di masa depan. Untuk bisa memiliki karakter yang terbaik maka Anda bisa membentunya dengan 6 metode pendidikan berikut. 

1. Metode Mengajarkan Secara Langsung 

Metode pertama yang bisa Anda coba untuk membangun pendidikan karakter bagi si kecil adalah metode mengajarkan langsung. Dengan metode mengajarkan langsung, Anda sebagai orang tua mesti mengetahui karakter dasar yang dimiliki oleh anak terlebih dulu. Soalnya karakter dasar inilah yang bisa dijadikan acuan ketika Anda ingin mengajarkan langsung. 

2. Metode Bercerita 

Sekarang ini, para anak pastinya enggan bahkan akan sangat mengantuk apabila harus diajari sesuatu yang terlalu formal. Namun kondisi tersebut tentunya tidak boleh membuat Anda sebagai orang tua menyerah begitu saja. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan metode bercerita sebagai bentuk pembentukan sekaligus pendidikan karakter anak. 

Caranya bagaimana? Caranya sendiri terbilang cukup mudah, Anda bisa menggunakan buku dongeng hingga melakukan pertunjukan wayang sederhana. Paling terpenting adalah pastikan bahwa cerita yang Anda bawakan menceritakan tentang kebaikan dan perjuangan yang dilakukan oleh karakter utama. Pastikan bahwa anak akan terinspirasi setelah mendengarnya. 

3. Metode Diskusi

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh orang tua di masa lalu adalah tidak membiarkan anak-anak mereka untuk bebas mengutarakan pendapatnya. Kebiasan salah tersebutlah yang kemudian dibawa oleh anak hingga mereka dewasa. Dampaknya adalah mereka menjadi tertutup dan juga enggan menceritakan apa yang mereka alami terhadap orang tuanya. 

Padahal memiliki anak yang terbuka akan membantu tumbuh kembang mereka dan membantu mereka memecahkan masalah secara lebih cepat. Solusinya adalah perkenalkan metode diskusi pada si kecil sedari dini. Dengan metode diskusi ini Anda sebagai orang tuanya membiasakan si kecil mengutarakan pendapat secara lebih bebas dibantu dengan suasana yang lebih rileks. 

4. Metode Simulasi 

Untuk metode yang satu ini bisa dibilang, mulai banyak dipakai oleh sekolah khusus untuk anak-anak di Indonesia. Metode simulasi ini adalah dengan membiarkan para anak untuk mencoba berbagai profesi yang ada di dunia nyata secara langsung. Diawali dengan mereka yang berpakaian khas seperti profesi tersebut hingga kemudian mencoba simulasi pekerjaan tersebut. 

Pekerjaan tersebut mulai dari pemadam kebakaran, pelayan restoran, wartawan, koki hingga masih banyak lainnya. Nyatanya melakukan hal ini bukan hanya untuk membuat anak Anda terlihat imut atau lucu tapi lebih dari itu. Terutama bermanfaat untuk membentuk karakter mereka untuk lebih bertanggung jawab dan juga pastinya bisa lebih mandiri. 

5. Metode Pembelajaran Kooperatif

Metode pembelajaran kooperatif juga bisa Anda lakukan untuk membentuk karakter si kecil sejak dini. Penerapan dari metode pembelajaran kooperatif ini adalah dengan orang tua yang langsung memberi tahu tentang sifat yang benar dan sifat yang salah. Hal ini berguna untuk membuat si kecil bisa langsung membedakan mana yang benar dan mana yang keliru sejak kecil.

6. Metode Pembiasaan

Metode terakhir yang bisa Anda coba adalah dengan metode pembiasaan. Bisa dibilang, metode pembiasaan adalah metode yang sering dilalaikan padahal sangat efektif. Contohnya seperti membiasakan si kecil untuk bangun pagi, membiasakan untuk cuci piring hingga membiasakan untuk melakukan sesuatu secara mandiri. 

Jadi bagi Anda yang sudah berstatus sebagai orang tua maka mengetahui metode pendidikan karakter anak adalah hal penting. Tenang saja, keenam metode di atas bisa Anda langsung dipraktikkan untuk membuat si kecil memiliki karakter yang tangguh di masa depan. 

Senin, 05 November 2018

Hal yang Harus Diperhatikan Dalam Jual Beli Tanah


Sengketa tanah merupakan hal yang biasa terdengar di lingkungan masyarakat saat ini. Sengketa tersebut biasanya terjadi lantaran masing-masing pihak tidak memahami perjanjian atau persyaratan yang harus diperhatikan ketika proses jual beli tanah berlangsung. Padahal, kegiatan jual beli tanah merupakan transaksi yang sangat besar. Seperti yang kita ketahui, harga tanah akan selalu meningkat setiap waktunya dan akan memberikan keuntungan berlipat bagi para pemilik tanah. Oleh karena itu, proses jual beli tanah harus dipahami dengan baik oleh semua pihak demi menghindari kerugian.
Di dalam proses jual beli tanah, legalitas tanah menjadi hal paling utama yang harus diperhatikan. Legalitas tanah tersebut menunjukan siapa pihak yang memiliki tanah dan berhal untuk menjual tanah yang ia miliki. Jika Anda merupakan pihak yang akan membeli tanah tersebut, Anda harus mencermati surat jual beli tanah dengan baik. Surat tersebut dapat Anda gunakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti perebutan hak atas tanah yang telah dibeli. Surat tersebut tidak hanya dapat pula melindungi Anda dari tindak penipuan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.
Ketika Anda ingin membuat surat kegiatan jual beli tanah tersebut, Anda dapat melibatkan pemilih tanah sebelumnya dana gen property tertentu. Di dalam pembuatan surat tersebut, Anda beberapa pihak yang akan ditempatkan pada surat keterangan jual beli tanah tersebut. Pihak Pertama dan Pihak Kedua merupakan nama pihak-pihak yang akan tercantum di dalam surat jual beli tanah tersebut. Berikut penjelasan mengenai kedua pihak tersebut:

1. Pihak Pertama

Pihak Pertama merupakan pemilik atau pihak yang berhak atas tanah yang bersertifikat.

2. Pihak Kedua

Pihak Kedua merupakan pihak yang akan melakukan pembelian tanah dan mematuhi kesepakatan yang diberikan oleh Pihak Pertama.
Karena melibatkan beberapa pihak dan memiliki nilai yang tinggi atas tanah tersebut, di dalam surat tersebut berisikan beberapa persyaratan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Persyaratan tersebut disepakati berdasarkan dengan pasal-pasal yang mendukung. Berikut beberapa persyaratan yang harus disepakati oleh kedua pihak ketika membuat surat keterangan jual beli tanah:

Harga transaksi dan objek kesepakatan

Pihak Pertama bersedia menyerahkan dan menjual tanah kepada Pihak Kedua dimana Pihak Kedua menerima objek kesepakatan berupa harga transaksi yang telah disepakati sebelumnya.

Tata cara bertransaksi dan jangka waktu perjanjian

Kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan transaksi selambat-lambatnya selama tiga bulan ketika kesepakatan telah ditandatangani oleh kedua belah pihak. Pihak Kedua dapat membayarkan uang muka terlebih dahulu dan akan dilunaskan nantinya ketika melakukan penandatanganan surat atas jual beli tanah yang disaksikan oleh notaris. Pihak Pertama akan memberikan beberapa dokumen penting yang diperlukan selama proses pembuatan surat keterangan jual beli tanah.
Selama pembuatan surat keterangan jual beli tanah tersebut, kedua belah pihak memiliki tanggung jawabnya tersendiri. Setiap tanggung jawab yang diberikan oleh setiap pihak harus dipenuhi dengan baik sehingga proses pembuatan surat keterangan jual beli tanah tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar. Berikut tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh setiap pihak:

Pihak Pertama

Menyediakan dan memberikan segala jenis dokumen kelengkapan yang berdasarkan dengan kesepakatan dan objek kesepakatan. Pihak Pertama juga harus menyampaikan dan menjelaskan kepada Pihak Kedua mengenai kondisi tertentu yang tidak tercantum di dalam dokumen kelengkapan.

Pihak Kedua

Berkewajiban untuk membayarkan uang muka dan melunasi tagihan berdasarkan dengan kesepakatan dengan Pihak Pertama.
Tidak hanya memiliki tanggung jawab yang harus dilakukan oleh setiap pihak, kedua pihak tersebut juga akan diberikan jaminan selama membuat surat jual beli tanah. Jaminan tersebut akan menghindarkan kerugian yang mungkin akan dialami oleh setiap pihak. Berikut jaminan yang akan dirasakan oleh kedua pihak selama proses pembuatan surat keterangan jual beli tanah:
  1. Pihak Pertama akan memberikan jaminan kepada Pihak Kedua mengenai objek kesepakatan bahwa objek kesepakatan merupakan milik Pihak Pertama dimana Pihak Pertama tersebut memiliki kuasa penuh akan pengalihan kepemilikan tanah. Pihak Pertama menjamin bahwa tanah tersebut tidak dalam sengketa dan memiliki dokumen property yang valid.
  2. Pihak Pertama memberikan jaminan atas objek kesepakatan dan membebaskan tuntutan dari pihak manapun yang diajukan kepada Pihak Kedua.
  3. Setiap pihak menjamin dukumen jual beli tanah tersebut bahwa dokumen merupakan data yang valid dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  4. Semua pihak menyatakan akan informasi lokasi tanah dan objek kesepakatan beserta dengan surat keterangan jual beli atas tanah tersebut.
  5. Semua pihak telah membaca dan memahami segala jenis kesepakatan yang tertulis di dalam surat. Jika terjadi sengketa nantinya, semua pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah secara musyawarah terlebih dahulu. Jika musyawarah tidak menemukan jalan keluar, penyelesaikan secara hukum menjadi opsi terakhir.