Selasa, 12 Maret 2019

Jenis Luka Anak dan Cara Mengobatinya Paling Mudah


Anak yang sedang masa pertumbuhan tentunya akan sering aktif bergerak dan rentan sekali untuk terjatuh hingga mengakibatkan luka. Luka yang bisa ditimbulkan bisa luka lecet, luka robek atau juga luka sayatan. Untuk itu sebagai orang tua, alangkah lebih baiknya kita mengetahui tentang bagaimana caranya mengobati luka anak yang bisa dilakukan sendiri dirumah tanpa harus pergi ke klinik ataupun rumah sakit. Cara paling sederhana yaitu bisa dengan cara menggunakan plester anti luka seperti dari hansaplast yang bisa anda cek detailnya di https://www.id.hansaplast.co.id/

Adapun jenis luka yang biasanya terjadi pada anak di masa pertumbuhannya, adalah sebagai berikut :

1. Luka tusuk
Jika anak anda sering main keluar tanpa menggunakan sandal, maka tentunya resiko terjadinya luka tusuk ini akan semakin besar. Biasanya luka tusuk ini sering diakibatkan oleh terkena beling, tertancap paku dan sebagainya. Meski tidak banyak mengeluarkan darah, namun luka ini bisa dikatakan sedikit berbahaya karena merusak organ dalam tubuh. 

2. Luka sayat
Luka ini disebabkan karena terkena benda tajam seperti misalnya pisau ataupun pecahan kaca. Luka ini tentunya bisa menyebabkan pendarahan yang cukup banyak dan akan terus aktif  bila tidak segera diobati.

3. Luka robek
Luka robek ini sejatinya bisa menyebabkan luka yang cukup dalam pada kulit, yang sehingga bisa menyebabkan pendarahan dalam volume yang banyak seperti halnya luka sayat. Adapun penyebab dari luka ini bisa dikarenakan terkena benda tajam seperti pisau, beling dan lain sebagainya.

4. Luka terkelupas
Kulit yang terkelupas sebagian atau seluruhnya ini, sejatinya bisa diakibatkan oleh tembakan ataupun ledakan dari akibat bermain petasan ataupun benda-benda yang bisa memicu api lainnya.

Nah, setelah memahami berbagai jenis luka yang biasanya terjadi pada anak yang sedang aktif-aktifnya bergerak, maka cara untuk merawat luka anak nya sendiri adalah sebagai berikut :

1. Membersihkan luka dari kotoran yang masih menempel pada bagian tubuh yang luka, dengan menggunakan air bersih yang mengalir, ataupun bisa ditambahkan dengan menggunakan cairan antiseptic bila diperlukan.

2. Selanjutnya oleskan antibiotic agar bisa membuat luka tetap lembab sehingga bisa mempercepat proses penyembuhan luka dan juga sekaligus bisa mencegah terjadinya infeksi.

3. Tutup luka dengan menggunakan kasa steril ataupun plester luka yang lembut dari Hansaplast, dan bisa diganti bila daya rekatnya sudah dirasa mulai berkurang. 

0 komentar:

Posting Komentar